Bandar Togel Online Kena Ringkus Polisi di Bitung

Dua bandar judi toto gelap atau bandar togel online kelas teri telah ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Bitung. Tepatnya di kelurahan Pateten, Kecamatan Aertembaga. Pada hari Rabu malam tanggal 18 November kemarin, kedua tersangka diringkus di dalam rumahnya masing – masing ketika sedang merekap nomor togel. Bandar – bandar togel kelas teri tersebut ternyata sudah berumur. Menurut informasi, tersangka yang berinisial HG sudah berusia 44 tahun. Sedangkan yang satunya yaitu AB sudah berumur 57 tahun.

Kasus Bandar Togel Online Terungkap dari Informasi Masyarakat

Kasus Bandar Togel Online Terungkap dari Informasi Masyarakat

Kasus mereka telah terungkap oleh pihak kepolisian berdasarkan infromasi masyarakat setempat. Dan benar saja, saat didatangi polisi, para tersangka sedang melakukan kegiatan haram tersebut. AKP Frelly Sumampouw sebagai Kasat Reskrim Polres Bitung pun mengatakan bahwa setelah mendapatkan informasi dari penduduk setempat, para anggota polisi bergabung dengan Tim Maleo Polda Sulut untuk melaksanakan penyelidikan hingga penangkapan tersangka.

Pada penangkapan tersebut, yang pertama adalah pada tersangka AB. Dari pengangkapan itu telah menghasilkan barang bukti berupa buku rekapan togel, 1 handphone Samsung warna silver, uang tunai dan 1 lagi handphone Samsung warna biru. Setelah AB berhasil diamankan oleh polisi, penggerbekan dilangsungkan ke rumah HG.

Si HG ini ternyata memiliki dua rumah, namun digrebek semuanya secara serentak. Dari penggerbekan tersebut polisi berhasil menyita beberapa barang sebagai bukti dari ibu rumah tangga. Barang yang diamankan dari rumah HG tersebut adalah tiga buah handphone, laptop Axioo warna biru, uang tunai dan beberapa barang bukti yang lain.

Kemudian kedua langsung dibawa ke Polres Bitung untuk menjalankan pemeriksaan lebih lengkap lagi. Setelah diperiksa, ternyata kedua tersangka ini mencoba untuk menjadi bandar togel kecil-kecilan. Dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet ini memang akan mempermudah seorang penjudi untuk menjalakan aksinya. Menjadi bandar togel pun tidak sulit, karena mereka bisa memakai sistem online untuk patokan taruhannya, dan biasanya mendapatkan prediksi prediksi seperti prediksi Hongkong, prediksi sydney dan lain-lain

Seperti tersangka HG dan AB tersebut, kini mereka sudah ditahan dan terjerat Pasal 303 KUHP mengenai perjudian. AKP Frelly pun berkata, bahwa pasal tersebut memiliki ancaman hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara.

Baca juga: Fitur Teknologi Telekomunikasi Terbaru di Google Messages

Nah, bagi Anda yang masih suka main togel di situs-situs judi, maka fikirkanlah kembali. Sebagai bandar atau pun pemain, para penjudi masih bisa kena sanksi oleh negara. Sebab dalam undang – undang KUHP Pasal 303 membahas mengenai hukum bagi para pelaku perjudian. Namun pada kenyataannya masih saja ada pelaku perjudian meskipun sudah diterapkannya undang – undang. Lantas, kenapa masih ada bandar judi online yang beroperasi di internet dan tetap dapat kita akses?

Sebab, situs dari para bandar pusat judi online tersebut berada di negara – negara yang telah meresmikan perjudian. Dengan begitu pun hukum di Indonesia tentunya tidak ikut campur tangan di negara – negara tersebut. Jadinya bandar judi online resmi itu masih ada dan tetap banyak yang beroperasi di internet. Namun untuk warga Indonesia yang diketahui bermain judi pada bandar online tersebut, maka masih bisa terkenal pasal.

Sumber: sulut.inews.id