Hacker Ajukan Praperadilan Akibat Dituduh Bermain Judi Online

Peretas Juny Maimun alias Acong mengajukan petisi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia ditangkap oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan transaksi judi online.

Kuasa hukum Juny Maimun Rahmat Saputra mengatakan kliennya ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 2 Januari 2020 sekitar pukul 02.00 WIB.

togel online terpercaya

Ia ditangkap oleh Subdit 3 / Resmob Ditreskrimum PMJ dengan surat perintah penangkapan nomor SP Han / 06 / I / 2020 / Ditreskrimum dan surat perintah penangkapan nomor SP. Kap / p7 / I / 2020 / Ditreskrimum atas dugaan perjudian sesuai Pasal 55 ayat 1 KUHP dan / atau Pasal 56 KUHP juncto Pasal 303 KUHP dan / atau Pasal 27 ayat 2 UU ITE.

Sejauh ini memang belum ada juga yang membuktikan bahwa nasabah kami telah melakukan kegiatan terkait Pasal 55, 56, 27 ayat 2 atau TPPU. Semua itu harus dibuktikan,” kata Rahmat, Senin (9/3) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. / 2020) .

Jadi bisa cek dari rekening Anda apakah ada transaksi, transaksinya apa? Tidak ada. Jadi saya bisa bilang tidak.

Dari bukti yang ada, ternyata pasal yang mereka duga tidak sepenuhnya benar. , “dia melanjutkan.

Rahmat menambahkan, kliennya mengaku dari bangun pagi hingga kembali tidur, ia sama sekali tidak menyentuh laptopnya, apalagi bermain online.

Bagaimana mungkin ada orang yang dituduh melakukan tindakan yang tidak pernah mereka lakukan.

Bahkan pada hari dia dituduh tidak menyentuh laptop, bagaimana dia bisa dituduh bermain online? “, Dia berkata.

Selain itu, Rahmat dalam surat penangkapannya menyatakan tidak ada tanda tangan kepada direktur, sehingga berkas kliennya tidak bisa diserahkan untuk segera dibicarakan ke kejaksaan meski sudah ditahan selama 67 hari.

“Bagaimana orang dengan dokumen ilegal bisa ditangkap? Surat itu tidak ditandatangani oleh direktur. Daftar surat yang harus ditandatangani administrator kosong, tidak ada tanda tangan, katanya.

Kasus yang diangkat oleh Juny Maimun sendiri rencananya akan digelar hari ini oleh Ratmoho sebagai hakim tunggal.

Studi dengan nomor kasus 19 / Pid.Pra / 2020 / PN.JKT. Sel harus ditunda selama seminggu karena terdakwa Polda Metro Jaya tidak ada.

Kami memang sudah dapat hadir karena pemohon atau tergugat belum hadir,” ujarnya.

Sidang rencananya akan berlangsung minggu depan pada Senin 16 Maret 2020 dengan memperkenalkan responden Polda Metro Jaya.

Sumber: suara.com