Warga Desa Memadati Mapolsek Barteng Akibat Tewasnya Saksi Kasus Judi Online

Ratusan warga Desa Ande Rudang, Kabupaten Pandang Lowas, Kecamatan Baramun Tenga, tiba di kantor Kepolisian Daerah (Polsek) pada Selasa (13/10/2020) malam.. Kedatangan warga di Polres Barumun Pusat dipicu oleh tewasnya seorang warga yang menyaksikan kejadian judi online.

maxxqq

Menurut informasi dari berbagai sumber, kejadian tersebut bermula ketika seorang terduga pelaku judi online berinisial MI, 36, warga sekitar, sedang berada di sebuah toko di kawasan tersebut. Saat itu adalah MI dan tiga orang rekannya, M (34), dan dua orang lainnya (identitas mereka belum diketahui).

Polisi Barumun Tengah yang sebenarnya melakukan penyidikan menggerebek stan dan menangkap MI. Saat MI hendak dibawa ke Polsek Barumun pusat, M tiba-tiba berlari ke arah Sungai Barumun yang kebetulan hanya berjarak 100 meter dari toko tersebut.

Karena sudah kabur, petugas mengikuti M menuju sungai untuk diperiksa sebagai saksi. Saat mengikutinya, M mencoba terjun ke sungai. Sial bagi M, ia terjatuh saat meloncat ke bagian semen di bantaran sungai yang sengaja dibuat warga sekitar.

Saat penggeledahan, petugas sedikit terkejut karena M ditemukan bermandikan darah di tepi sungai. Saat petugas melihat ini, M membawanya ke Puskesmas Binanga. Tapi sayangnya nyawa M tidak bisa ditolong. Dia dinyatakan meninggal dan polisi membawa M ke rumah duka di desa Unte Rudang.

Mendengar hal itu, ratusan warga mendatangi Kepolisian Pusat Barumun untuk mempertanyakan kematian rekannya. Tak lama kemudian, Wakil Mabes Polri Palas, Kompol JW Sijabat, tiba di TKP untuk menenangkan warga. Saat itu, Wakil Kapolri berjanji akan memediasi masalah tersebut besok dibantu Camat Barumun Tengah Syamsuddin Rangkuti.

Dimediasi

Alhasil, mediasi berlangsung pada Rabu (14 Oktober 2020) sekitar pukul 15.00 WIB di Kantor Pusat Kecamatan Barumun Tengah. Mediasi tersebut dihadiri oleh Wakil Komisaris Polisi Palas, JW Sijabat, Ketua Ops Kompol Aswin Noor, Kasat Reskrim Iptu Aman P, dan AKP Agus M Butar Butar dari Kasat Res Narkotika.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) juga turut ambil bagian yaitu Camat Barumun Tengah, Kapolsek Iptu Syawaluddin, Kodam 07 / Barumun Tengah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barumun Tengah. dan sekretaris distrik.

Baca juga: 2 Obat Stroke Pengencer Darah dan Efek Samping

Saat mediasi, warga meminta petugas polisi melakukan penangkapan pada saat kejadian. Pasalnya, saksi masyarakat yang melihat kejadian tersebut mengatakan bahwa aparat kepolisian tersebut diduga melakukan pemaksaan terhadap M.

Karena takut, M melarikan diri sampai ditemukan tewas. Sementara itu, keluarga M meminta polisi untuk membantu anak-anak M karena anak-anak M kini sudah yatim piatu.

Atas permintaan keluarga M, polisi berjanji akan memproses anggota keluarga jika terbukti melakukan perbuatan salah. Sementara itu, kontribusi warga nantinya akan menjadi penting bagi sektor teknis dan keamanan (bid propam) untuk melakukan penyidikan terkait.

“Selain tuntutan keluarga korban kepada polisi, pembicaraan antara Polsek Palas dengan keluarga korban akan dilakukan nanti,” kata Kepala Operasi Kompol Aswin Noor kepada saksi mata mediasi.

Sumber: sidaknews.com