Wartawan di Jawa Tengah Menyembunyikan Berita Judi Togel

Mulyadi, Ketua Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, menuding wartawan bertanggung jawab atas pemberitaan judi togel. Sayangnya, kecurigaan tersebut belum terungkap, karena satu alasan kuatnya pendukung di luar pers.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Mulyadi pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2020 melalui channel YouTube Inspirasi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Bombang Sadono. 

judi online terpercaya

Bombang Sadono adalah mantan Ketua Umum DPD Kelompok MPR dan DPRD Jawa Tengah. Sebelum terjun ke dunia politik, dia adalah seorang jurnalis dan penulis.

Singkatnya, penggugat menyatakan bahwa masalah judi togel khususnya di Semarang tidak muncul di media karena suatu hal.

Bombay Sadono yang memulai perbincangannya dengan Pak Mulyadi mengungkapkan maraknya aktivitas judi togel di beberapa daerah di Jawa Tengah. Selama beberapa hari terakhir, media di Blora ramai memberitakan akun anonim jurnalis dan pekerja media sosial yang menerima uang dari dealer.

Bombay Sadono juga membeberkan hasil wawancara dengan Ketua Dewan Pengurus Daerah Jawa Tengah Mohammedan KH Tafsir, yang mengejek berita judi togel di Jawa Tengah.

Nama panggilan Pak Mulyadi, Emba Mull, membeberkan dugaan anggota PWI Jateng menyiapkan undian agar tidak muncul di pemberitaan.

Soal judi togel, beberapa waktu lalu PWI mendapat keluhan dari anggota PWI. Mul.

Emba Mul membenarkan ketika ditanya lebih spesifik bahwa pelapor dan pelapor adalah rekan anggota PWI Jateng.

Kabarnya, ada jurnalis yang mengundang beberapa jurnalis untuk bekerja sama mencegah terbitnya judi togel. Modusnya lewat transaksi rekening, ”ujarnya.

Dalam laporan tersebut, DK PWI Jateng melanjutkan penyelidikan termasuk mengklarifikasi dan menunjukkan kejelasan penerimaan uang tersebut. Pelapor bertemu dengan anggota PWI yang tidak bersalah yang menjadi saksi atau menerima uang melalui transfer atau kurir.

“Uang dikirim melalui rekening karena PWI DK kesulitan melacaknya,” kata Mbul.

Bombay Sadono juga menanyakan berapa banyak jurnalis yang terlibat dalam mencegah beberapa media memberitakan perjudian lotere. Emba Mul mengatakan, ada tiga atau empat orang yang terlibat dan semuanya bekerja di Semarang.

“Langkah selanjutnya Majelis PWI membimbing para wartawan ini, karena kalau saya tidak menguasai media, kita tidak akan bisa masuk ke media,” kata wartawan senior asal Jawa Tengah itu.

Majelis PWI belum dipanggil karena menyebut adanya dugaan praduga tak bersalah jurnalis yang terlibat kasus pengaturan judi togel. Ini berarti bahwa tindakan yang tepat tidak dapat diambil sampai bukti diperoleh untuk mengkonfirmasi kasus tersebut.

Bapak Mulyadi menambahkan, Penasun kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang dicurigai sebagai mitra dalam bisnis judi togel karena dukungan yang kuat.

“Bek ada di luar media dan PWI. Jadi jurnalis yang berperan dalam kasus ini hanyalah alat, ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan anggota PWI sebatas pembinaan dan kepatuhan kepada anggota. Yang lebih penting adalah aturan yang diterapkan setiap media.

Jika pelapor ingin menempuh jalur hukum, Dewan PWI akan membantu,” ujarnya.

Bombay Sadono diakhir acara mengatakan telah bertemu dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmed Lutfi dan membahas kasus tersebut. Aparat penegak hukum menyatakan siap mengikuti dan bekerja sama dengan PWI.

Sumber: tagar.id